SEKILAS INFO

EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish
  I     I

GUBERNUR ANTISIPASI BANJIR TIDAK TERULANG, ALIRAN AIR DINORMALISASIKAN

Posted : 19 Juni 2017 07:36:06

Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, S.TP, MA mengantisipasi agar banjir yang dihadapi oleh masyarakat di beberapa tempat di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi tidak terulang, tidak terjadi lagi. Untuk itu, Zola memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Provinsi Jambi untuk melakukan pengerukan, pelebaran, dan normalisasi aliran air. Sabtu (17/6) sekira pukul 13.30 WIB 14.45, Zola meninjau pengerjaan pengerukan dan normalisasi aliran air tersebut di Perumahan Mendalo Hill, Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, yang berbatasan dengan Perumahan Bougenville Kota Jambi. Zola juga meninjau drainase di Perumahan Namura Indah, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Saat peninjauan, 1 (satu) unit alat berat Dinas PU Pera Provinsi Jambi sedang melakukan pengerukan aliran air di Perumahan Mendalo Hill tersebut. Zola yang didampingi Kepala Dians PU Pera Provinsi Jambi, Dodi Irawan menegaskan bahwa normalisasi aliran air harus dilakukan secepanya supaya banjr tidak terulang, tidak terjadi lagi, dan pengerahan alat berat tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kemungkinan banjir, selain langkah-angkah yang lebih besar lagi yang akan ditempuh bersama dengan pihak Pemerintah Kota Jambi, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Balai Sungai (dibawah Kementerian PU Pera), serta tidak terlepas juga peran para developper (pengembang) perumahan terkait.

Zola mengatakan, sesuai dengan Undang_Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memang mangatur masalah drainase juga, drainase primer yang antar provinsi itu dari Balai Sungai, yang sekunder yang antar Kabupaten/Kota itu tanggung jawab provinsi, yang di dalam wilayah Kabupaten/Kota itu punya Pemkab/Pemkot.

“Artinya, perumahan di Kota Jambi dan juga di Kabupaten Muaro Jambi yang beberapa hari lalu terjadi banjir, mayoritas banjir di perumahan. Tetapi karena ini sudah menjadi permasalahan yang sangat serius dihadapi oleh masyarakat, kami memberikan dukungan. Saya sudah panggil Balai, tolong dibantu Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Kemarin turun sama-sama dari PU Pemprov, PU Pemkot, dan juga dari Balai melihat lokasinya. Dan kajiannya, dari Kota Jambi saja, ada 17 perumahan, mayoritas yang dibangun oleh developper itu bermasalah, bermasalahnya apa, ada ketentuan teknis yang tidak dipenuhi, misalnya setiap perumahan harus punya lokasi resapan air, jadi ketika hujan ada resapan air, tetapi saat ini, itu tidak terjadi, tidak sesuai dengan teknis,” ujar Zola.

“Di Bougenville ini, saya tanya langsung kepada masyarakat, satu tahun yang lalu ketika hujan deras tidak terjadi banjir, tetapi tahun ini banjir, ini menjadi tanda tanya. Ternyata, di lokasi kita berdiri sekarang ini, 6 bulan yang lalu dilakukan penimbunan, kemudian ada drainase yang harusnya dibangun dengan lebar 2,5 meter, ternyata hanya dibangun 1 meter. Ini kewajiban-kewajiban dari developper yang tidak dipenuhi. Masyarakat tidak mengetahui seperti ini, ini kewajiban dari developper untuk memenuhi teknisnya. Ini juga harus berhubungan dengan pihak yang mengeluarkan izin, IMB, yaitu Pemkab/Pemkot, harus diawasi lebih detil, apakah sebelum mengeluarkan IMB ini, semua teknis sudah dipenuhi atau belum, aliran sungainya sudah belum, daerah resapan airnya sudah belum, kalau belum ya harus dibangun,” jelas Zola.

“Saya sudah perintahkan untuk memanggil semua yang berkaitan dengan temuan ini, tentu harus berkoordinasi dengan Pemkab/Pemkot. Ini baru Kota Jambi, ada 17 perumahan, yang drainasenya menyempit, ketika menyempit kalau hujan meluap, itu yang terjadi kemarin. Beberapa titik saya datangi, warga menyatakan bahwa tahun lalu tidak seperti itu. Sekarang drainasenya tidak sesuai dengan teknis yang dibutuhkan,” ungakap Zola.

Zola menegaskan supaya temuan tersebut cepat ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait. “Saya minta ini cepat ditindaklanjuti, ini tangggung jawab kita semua. Saya minta segera dibangun, dibenahi. Kita carikan solusi, solusi sementara dengan melalukan normalisasi aliran air, karena sekarang sedimentasi (pengendapan) sangat tinggi di drainase ini. Kita siapkan alat ini, saya mohon karena titiknya banyak, saya katakan tadi ada 17 perumahan, tolong juga Pemkab/Pemkot bantu, alatnya cepat diturunkan, karena dengan kondisi iklim saat ini kita tidak bisa menduga, ini sudah bulan Juni tetapi curah hujan tetap tinggi. Saya minta Balai juga bantu, kita turun sama-sama kita cari solusi. Solusi jangka panjang adalah, tolong semua developper yang bangun rumah, dan juga kepada Pemkab/Pemkot, IMB diiberikan bagi wilayah yang memang layak untuk dibangun, satu. Yang kedua, developper wajib hukumnya untuk memenuhi persyaratan teknis yang harus dipenuhi, kalau tidak akan terjadi lagi masalah,” tutur Zola.

Zola mengungkapkan, kalau dilihat di lapangan dan hasil kajian teknis, memang syarat untuk membangun perumahannya tidak dipenuhi. “Kami memahami bahwa permintaan untuk perumahan ini kan tinggi, silahkan, saya terimakasih kepada developper, tetapi jangan lalai terhadap syarat-syarat dan kewajiban teknis mereka, termasuk masalah drainase dan daerah resapan air. Dari hasil kajian 17 perumahan tidak punya daerah resaoan dan terjadi pengecilan drainase, inilah yang terjadi, semuanya memberikan sumbangan terhadap banjir di Jambi,” lanjut Zola.

“Saya minta semua pihak, tolong kebersamaannya, kita tidak berbicara masalah kewenangan, ini untuk kebaikan masyarakat, kita turun semua,” tambah Zola.

Selain itu, Zola menyempatkan untuk menerima masukan dari masyarakat setempat. Zola meghimbau seluruh masyarakat untuk tidak dan jangan pernah lagi membuang sampah di sungai karena membuang sampah ke sungai juga berkontribusi terhadap sedimentasi sungai yang turut mempercepat terjadinya banjir.