SEKILAS INFO

DIHIMBAU KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MELAKSANAKAN PILKADA, MARI KE TPS UNTUK MENENTUKAN PILIHAN PADA TANGGAL 15 FEBRUARI 2017 ... JANGAN GOLPUT.....     MASYARAKAT PROVINSI JAMBI SIAP MEMERANGI NARKOBA     EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish
  I     I

GUBERNUR BANTU BALITA PENYUMBATAN SALURAN EMPEDU

Posted : 20 Maret 2017 07:06:48

         Gubernur Jambi, H. Zumi Zola, S.TP, MA  beserta istri Hj. Sherrin Tharia Zola mengunjungi rumah salah satu warga untuk menjenguk balita yang terkena penyakit penyumbatan saluran empedu dan gangguan hati di Pall 2 Kasang, Jambi Timur, Jum’at (17/03/2017) sore.

Gubernur Zola menyampaikan, adanya laporan balita berumur 3 bulan yang bernama Adilla menderita penyakit penyumbatan saluran empedu. “Saya telah memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk dapat memeriksa lebih lanjut, dan kondisinya harus dirujuk untuk dilakukan operas,” ujar Gubernur Zola.

Gubernur Zola menuturkan, dia akan minta Dinas Kesehatan Provinsi Jambi agar Adilla segera dirujuk ke RSCM Jakarta. Gubernur Zola mengatakan, ada kendala dari pihak keluarga bahwa mereka memiliki BPJS Mandiri tapi surat keterangan tidak mampu belum ada, bahkan belum memiliki kartu keluarga sedangkan untuk mengurus surat keterangan tidak mampu harus memiliki kartu keluarga.

Lebih lanjut, Gubernur Zola menyampaikan bahwa Adilla akan segera dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk mendapatkan perawatan yang optimal, dan transportasi dan biaya selama di Jakarta akan dibantu oleh Pemerintah Provinsi Jambi.

Gubernur Zola memberikan bantuan secara pribadi berupa uang untuk tahap awal yang langsung diberikan kepada orang tua Adilla.

Adilla ini anak pertama dari pasangan Surya (ayah) dan Novi (Ibu), warga Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi yang menderita penyakit penyumbatan saluran empedu dan gangguan hati.

Kedatangan Gubernur Jambi, Zumi Zola dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj, Sherrin Tharia Zola disambut baik oleh kedua orangtua Adilla dan keluarga. Novi mengungkapkan bahwa kedatangan gubernur dan istri menjadi penambah semangat tersendiri bagi mereka untuk terus mengobati buah hatinya.

Novi mengatakan, awalnya saat melahirkan Adilla,  ada pendarahan diusus Adilla. Sebulan yang lalu baru diketahui bahwa anaknya menderita penyakit ini. Semua usaha telah dilakukan untuk mengobati putri pertamanya, dan sebelumnya telah dilakukan perawatan di RSUD Raden Mattaher, namun karena dari pihak RSUD Raden Mattaher mengalami keterbatasan alat dan menyarankan untuk membawa Adilla  ke Jakarta, terang Novi..

“Saya sudah ikhlas apapun yang akan terjadi pada anaknya, sepanjang Adilla masih bernapas akan tetap berusaha mengobati. Pihak rumah sakit  mengatakan harus segera dioperasi, untuk biaya operasi sangat mahal dan saya tidak sanggup”. Ujar Novi.

Novi mengharapkan uluran tangan dari semua pihak untuk membantu pengobatan putri pertamanya. “Bawalah anak saya kalau ada yang  mau membawa dan tolonglah anak saya dari penyakitnya,” ujar cap Novi.