SEKILAS INFO

EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish
  I     I

LOMBA PACU PERAHU DIHARAPKAN TINGKATKAN OLAHRAGA DAN WISATA JAMBI

Posted : 06 Juli 2017 14:04:56

Gubernur Semangati Peserta Lomba dengan Menambah Hadiah

Lomba Pacu Perahu tradisional di Kabupaten Sarolangun yang dikenal dengan nama Festival Beatrix merupakan ajang tahunan sekaligus hiburan masyarakat, yang telah berlangsung cukup lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Sarolangun sampai saat ini, terus ditingkatkan kemeriahannya. Kali ini Festival Beatrix dipadukan dengan kegiatan tradisional, panjang pinang. 

 

Rabu (5/7/17), Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, S.TP,MA membuka Festival Beatrix Tahun 2017. Dalam pelepasan Lomba Pacu Perahu Tradisional tersebut, Zola didampingi Bupati Sarolangun, H. Cek Endra, Wakil Bupati Sarolangun, H. Hillalatil Badri serta Forum Komunikasi Kabupaten Sarolangun (Forkompinda) Kabupaten Sarolangun. 

Zola berharap agar Lomba Pacu Perahu tradisional ini bisa meningkatkan pretasi olahraga dayung Provinsi Jambi. "Pada PON kemarin, ada atlet dayung Jambi meraih emas, artinya ada bakat, secara historis ini sudah menjadi tradisi," ungkap Zola.

Zola juga mengharapkan agar cabang olahraga dayung terus diperhatikan guna mengharumkan nama Jambi. "Mengembangkan dan membimbing atlet juga berharap terus mendapat respons masyarakat," lanjut Zola.

Zola mengatakan bahwa dia sangat mendukung Festival Beatrix dapat lebih berkembang pada masa mendatang dengan kemasan budaya dan tradisi dari masyarakat Sarolangun. "Panjat pinang sudah sepuluh batang, rasanya kurang, kita sudah sepakat bisa lebih banyak untuk lima puluh batang," tutur Zola.

Guna menyemangati para pendayung pacu perahu, Zola menambahkan uang hadiah Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) yang diserahkan kepada panitia. Tambahan hadiah tersebut langsung mendapat sambutan meriah dari para peserta dan panitia yang masih mempertahankan tradisi dengan menggunakan kain sarung. "Menambah semangat untuk peserta," kata Zola.

Bupati Sarolangun, H.Cek Endra menjelaskan, Festival Beatrix merupakan even untuk pertama kalinya dilaksanakan sekaligus mengingatkan akan jembatan yang dibangun pada masa Belanda di tahun 1936-an oleh Raja Beatrix,"Masyarakat biasa memanggil Beatrix dan untuk mengabadikan kita sepakat mengemas acara tidak hanya pacu perahu, makanya diadakan Festival Beatrix," jelas H.Cek Endra.

Cek Endra berjanji Festival Beatrix menjadi ajang atau even tetap yang memberi hiburan bagi masyarakat juga bertujuan menarik minat wisatawan dengan kegiatan tersebut. "Menarik wisatawan dan nantinya kita akan undang seluruh kabupaten/kota, prestasi pacu perahu kita sudah internasional," sambung Cek Endra.

Cek Endra mengakui banyak hal yang masih perlu pembenahan dan peningkatan guna memeriahkan acara serta peningkatan prestasi peserta dan meregenerasi pedayung handal  yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. "Animo masyarakat yang tinggi dan ini dananya secara gotong royong. Pada tahun depan kita akan upayakan lebih besar lagi," terang Cek Endra.

Ketua Panitia Festival Beatrix Sarolangun 2017, H.Saipullah,S.Sos,MH menyampaikan, kegiatan pacu perahu merupakan kegiatan orang tua terdahulu secara turun-temurun, jauh sebelum Kabupaten Sarolangun berdiri, juga sebagai tanda berakhirnya perayaan lebaran. "Tujuan kegiatan pacu perahu memberikan semangat kekeluargaan, hiburan bagi masyarakat, juga mempromosikan pariwisata, dan perekonomian masyarakat," ujar Saipullah.

Saipullah menuturkan, Festival Beatrix dilaksanakan pada tanggal 4-6 Juli 2017 di Tepian Ancol Sarolangun, tepatnya depan Rumah Dinas Bupati Sarolangun, dengan dua kategori perahu, Tipe A Traditional Canoe dengan jumlah anak perahu 18 orang dan Tipe B, Traditional Canoe 12 anak perahu (pendayung). Festival Beatrix tersebut memperebutkan hadiah Tipe A untuk Juara I Rp10 juta, Juara II Rp8 juta, Juara III Rp6 juta, Juara Harapan Rp4 juta,sedangkan Tipe B Juara I Rp8 juta, Juara II Rp6 juta, Juara III Rp4 Juta, Juara Harapan Rp2 juta. 

Lomba pertama, pacu perahu Tipe A antara klub Sakti Alam Berajo Bernai berlomba dengan Burung Dendang Abadi disambut antusias masyarakat yang sudah memadati pinggiran Sungai Batang Tembesi, masyarakat datang untuk menyaksikan perlombaan yang setiap tahun diadakan.