SEKILAS INFO

DIHIMBAU KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MELAKSANAKAN PILKADA, MARI KE TPS UNTUK MENENTUKAN PILIHAN PADA TANGGAL 15 FEBRUARI 2017 ... JANGAN GOLPUT.....     MASYARAKAT PROVINSI JAMBI SIAP MEMERANGI NARKOBA     EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish
  I     I

SEGEL NOVITA DIBUKA, ZOLA HIMBAU MASYARAKAT JAGA KEKONDUSIFAN JAMBI

Posted : 19 Januari 2017 07:05:10

Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP, MA menghimbau seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk menjaga kekondusifan Provinsi Jambi. Hal itu dikemukakan oleh Zola dalam Pembukaan Segel Hotel Novita Kota Jambi, Rabu (18/1) siang.

Sebelumnya, Hotel Novita tersebut disegel karena adanya kasus pemuatan lafazf Allah pada ornamen pohon natal di Hotel Novita pada Desember 2016 lalu. Namun, pada 5 Januari 2017, Kapolda Jambi telah melakukan konferensi pers tentang telah ditetapkannya tersangka sebagai pelaku dalam kasus tersebut.

Zola menyatakan, situasi yang kondusif, yakni yang aman, tertib, damai sangat mendukung terhadap pelaksanaan program pembangunan dan pertumbuhan perekonomian, yang selanjutnya berdampak positif terhadap kemajuan Provinsi Jambi.

Zola menjelaskan, pembukaan segel Hotel Novita merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya tersangka terhadap kasus di Hotel Novita oleh Polda Jambi, dan secara hukum, pelakunya sudah diproses.

Untuk menyikapi permasalahan tersebut, lanjut Zola, dia telah melakukan pertemuan dengan Kapolda dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi, tokoh-tokoh lintas agama, pimpinan Ormas Keagamaan, yakni NU, Muhammadiyah, dan tokoh adat, dimana dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak telah menyetujui agar segel Hotel Novita dibuka. “Karena sudah satu suara, saya menyetujui,” ujar Zola.

Zola menerangkan, dalam menyikapi kasus di Hotel Novita, imbas yang lebih luas harus dipikirkan, yaitu nasib para karyawan dan karyawati Hotel Novita serta dampaknya terhadap dunia usaha dan investasi ke Jambi. “Kita harus melihat imbas yang lebih luas lagi, imbasnya luar biasa,” tambah Zola.

Saya dan Pak Walikota (Jambi) bertugas untuk meyakinkan para pengusaha supaya mau berinvestasi di Jambi, jadi saya juga harus meyakinkan kepada para pengusaha tersebut bahwa Provinsi Jambi memiliki potensi yang besar dan merupakan tempat yang kondusif untuk berinvestasi. Ketika ada pengusaha yang berasal dari Australia dan Jepang menanyakan permasalahan kasus di Hotel Novita, saya katakan, itu sudah bisa diselesaikan dengan baik. Permasalahan ini juga sudah sampai ke istana dan ke menteri, saya juga tegaskan, permasalahan Hotel Novita telah selesai,” tutur Zola.

Zola juga menyatakan, sehari sebelumnya (Selasa, 17 Januari 2017), dia menerima kunjungan dari Ormas Islam, termasuk dari FPI Kota Jambi yang menyatakan bahwa aktor intelektual dalam kasus tersebut harus diungkap. Menanggapi hal tersebut, Zola mengemukakan, menghormati pendapat tersebut dan menyarankan agar kalau ada yang mau disampaikan, silahkan langsung disampaikan kepada Kapolda Jambi, Kapolda Jambi siap menerima, namun yang mau disampaikan harus bisa dipertanggungjawabkan, bukan isu dan juga bukan fitnah. “Silahkan langsung ke Kapolda Jambi. Mau demopun silahkan, tetapi hanya ada satu tempat, yaitu Lapangan Polda Jambi, namun, harus disampaikan dengan beretika. Ingin didengarkan dengan baik kan, maka sampaikanlah dengan baik pula. Semua harus tunduk pada hukum, kalau ada bukti yang baru harus bisa dipertanggungjawabkan, bukan isu,” tegas Zola.

Zola mengucapkan terimakasih kepada Forkopimda Provinsi dan Kota Jambi, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat Jambi yang telah turut berkontribusi dalam menjaga keamanan Jambi.

Dikatakan oleh Zola, kasus tersebut harus menjadi pembelajaran bagi semua masyarakat Provinsi Jambi, supaya bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk dalam menanggapi isu yang ada di media sosial, serta tidak mudah terpancing oleh berbagai isu di media sosial.

“Hari ini, sesuatu yang baik telah kita laksanakan. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kita harus bijaksana, arif, dan dewasa menghadapi semua isu, termasuk isu-isu di media sosial,” ujar Zola.

Sebelumnya, Walikota Jambi, H.Sy.Fasha menyatakan, alasan pembukaan segel Hotel Novita adalah karena kasus sudah diproses secara hukum oleh Kepolisian, sudah ditetapkan tersangkanya, dan tersangka sudah diserahkan kepada pihak kejaksaan, serta pihak Hotel Novita sudah menyampaikan pernyataan minta maaf.

Fasha mengemukakan, apabila ada yang menemukan novum (bukti baru) bekaitan dengan kasus ini, supaya diserahkan kepada pihak penegak hukum.

Fasha menyatakan, selain menyangkut nasib karyawan dan karyawati Hotel Novita, ada permsalahan lain jika segel Hotel Novita tidak dibuka, yakni berkaitan dengan iklim usaha di Jambi dimana permasalahan di Hotel Novita mempengaruhi iklim investasi di Jambi. Selain itu, tidak lama lagi etnis Tionghoa akan merayakan Imlek, agar jangan sampai mereka ketakutan merayakan Imlek, dimana kasus di Hotel Novita menjadi salah satu tolok ukurnya.

Fasha mengungkapkan, sebelum memutuskan untuk membuka segel Hotel Novita, dia sudah terlebih dahulu mengadakan rapat dengan Forkopimda Kota Jambi, ormas-ormas, tokoh agama, tokoh adat, dan telah melapor ke Gubernur Jambi, dan semuanya setuju supaya segel Hotel Novita dibuka.

“Mudah-mudahan hal seperti ini tidak terulang lagi,” harap Fasha.

Perwakilan dari Polda Jambi, perwakilan dari Korem 042/Garuda Putih, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), ketua Lembaga Adat, ketua Muhammadiyah, ketua GP Ansor, ketua KAHMI Kota Jambi, pejabat terkait dari Pemerintah Kota Jambi, Camat Pasar, pimpinan Hotel Novita, Ketua Pemuda Panca Marga Kota Jambi juga turut hadir dalam acara tersebut.