SEKILAS INFO

DIHIMBAU KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MELAKSANAKAN PILKADA, MARI KE TPS UNTUK MENENTUKAN PILIHAN PADA TANGGAL 15 FEBRUARI 2017 ... JANGAN GOLPUT.....     MASYARAKAT PROVINSI JAMBI SIAP MEMERANGI NARKOBA     EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish
  I     I

SEKDA : SINERGITAS SELURUH STAKEHOLDER HARUS DIPERKUAT

Posted : 24 Februari 2017 13:38:17

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Drs.H.Erwan Malik,MM mengemukakan, sinergitas seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) harus diperkuat untuk mewujudkan keluarga yang kecil, harmonis, dan berkualitas. Hal itu disampaikan oleh Sekda dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan dan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Provinsi Jambi Tahun 2017, bertempat di Hotel Luminor Kota Jambi, Kamis (23/2) siang.

Rapat koordinasi (rakor) yang dibuka oleh Sekda tersebut diikuti oleh seluruh instansi terkait dari Pemerintah Provinsi Jambi dan dari kabupaten/kota se Provinsi Jambi.

Pada kesempatan tersebut dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasasama antara BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi dengan pihak-pihak terkait, yakni:

1.        Penandatanganan perjanjian kerjasama BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi dengan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi tentang penguatan program kependudukan melalui pendidikan agama dan kegiatan-kegiatan keagamaan

2.        Penandatanganan perjanjian kerjasama BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi dengan PKK Provinsi Jambi tentang peran PKK dalam keluarga Berencana (KB) dan pembangunan keluarga. (Dari pengurus PKK Provinsi Jambi diwakili oleh Chairunissa selaku Wakil ketua II Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi)

3.        Penandatanganan perjanjian kerjasama BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi dengan Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Jambi tentang penguatan dan percepatan pencapaian sasaran KB

4.        Penandatanganan perjanjian kerjasama BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi dengan BPS Provinsi Jambi tentang penyediaan data dan informasi statistik terkait KB dan kependudukan

5.        Penandatanganan perjanjian kerjasama BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi dengan Pengurus Wilayah Aisyah Jambi, Dra. Fauziah Jalil

Sekda menyatakan, jumlah penduduk Provinsi Jambi berdasarkan Susenas 2015 3.395.576 jiwa, laju pertumbuhan penduduk Provinsi Jambi relatif tinggi, yaitu 2,24% atau diatas rata-rata pertumbuhan penduduk nasional 1,11% (hasil proyeksi penduduk 2011-2035).

Tingginya pertumbuhan penduduk Provinsi Jambi tersebut, kata Sekda, tidak hanya disebabkan tingginya angka kelahiran, tetapi juga oleh banyaknya migrasi dari luar Provinsi Jambi. “Migrasi yang tinggi tersebut disebabkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi dan kabupaten/kota yang “welcome” terhadap masyarakat luar Provinsi Jambi dan adanya kesempatan usaha di sektor perkebunan dan pertambangan dan sebagainya,” ujar Sekda.

Dikatakan oleh Sekda, dalam hal penanganan berbagai aspek kependudukan telah berhasil disusun Grand Design Pengendalian Kuantitas Penduduk (GDPK) Provinsi Jambi 2011-2035 dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur Nomor 28 Tahun 2015 tentang Grand Design Pengendalian Kuantitas Penduduk Provinsi Jambi 2011-2035, dimana dengan adanya GDPK tersebut, diharapkan perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan mengacu pada GDPK, sehingga pembangunan di Provinsi Jambi menjadi pembangunan yang berbasis kependudukan.

“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi dapat segera menyusun kebijakan dan strategi yang sama dalam mengatasi dan menangani masalah kependudukan, KB, dan pembangunan keluarga di daerahnya, sesuai kondisi wilayahnya masing-masing,” ungkap Sekda.

Sekda menekankan penguatan sinergitas seluruh stakeholder untuk mewujudkan Keluarga Berencana, keluarga yang kecil, harmonis, dan berkualitas, dan berharap agar rakor tersebut bisa memperkuat sinergitas dimaksud.

Sebelumnya, mewakili Kepala BKKBN Pusat, Kepala Biro Perencanaan, Dra.Masnuriati mengemukakan, pencanangan kampung KB, yakni mengedukasi, mengadvokasi, dan menghimbau masyarkat untuk melaksanakan program KB merupakan salah satu program nasional untuk mewujudkan KB, keluarga yang kecil dan berkualitas. Dan, pada tahun 2016, telah dicanangkan 487 Kampung KB dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, dari jumlah tersebut, 11 ada di Provinsi Jambi, yaitu 1 per kabupaten/kota.

Menurut Masnuriati, Kampung KB harus terus dimaksimalkan, dan untuk memaksimalkannya, maka peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan, karena tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki pengaruh kuat terhadap masyarakat.

Masnuriati menyatakan, urusan kependudukan merupakan urusan wajib dalam pemerintahan yang dilakukan secara kongkuren (secara bersamaan) oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Melalui rakor tersebut, tambah Masnuriati, akan dijabarkan arah kebijakan dan strategi Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Drs.Endang Agus Safri,MM menyampaikan, tema rakor tersebut adalah “Melalui Program Kependudukan dan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kita Tingkatkan Kualitas Manusia Indonesia yang Memiliki Karakter Bangsa Dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Menuju Jambi TUNTAS 2021.”

Endang Agus Safri menghimbau seluruh mitra untuk bekerja lebih keras lagi untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk.

Endang Agus Safri mengatakan bahwa dalam program KB, bukan hanya ibu (wanita) yang bisa ikut program KB, bapak (laki-laki) juga bisa ikut program KB.