SEKILAS INFO

DIHIMBAU KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MELAKSANAKAN PILKADA, MARI KE TPS UNTUK MENENTUKAN PILIHAN PADA TANGGAL 15 FEBRUARI 2017 ... JANGAN GOLPUT.....     MASYARAKAT PROVINSI JAMBI SIAP MEMERANGI NARKOBA     EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish
  I     I

Wagub Ajak Masyarakat Ikut Program BPJS

Posted : 20 Desember 2016 07:04:59

Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Dr. Drs. H. Fachrori Umar. M.Hum ajak Masyarakat ikut program BPJS Kesehatan karena banyak memiliki manfaat bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Terkhusus bagi rakyat fakir dan miskin, karena program ini memang pada awalnya digunakan sebagai jaminan sosial rakyat kurang mampu. Sehingga mereka yang mendaftar bisa mendapatkan asuransi kesehatan, ajakan demikian disampaikannya, saat Pertemuan Fasilitas Kesehatan  dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama MoU antara BPJS dan Fasilitas Kesehatan se-Provinsi Jambi Tahun 2017, bertempat di Hotel Novita, Senin (19/12/2016).

Dengan Tema " Komitmen bersama untuk program JKN-KIS yang berkualitas dan berkesenambungan."

Dalam sambutan dan arahannya Wagub menyampaikan, Pembangunan Kesehatan merupakan Investasi untuk peningkatan kualitas sember daya  manusia." Pembangunan kesehatan memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan serta turut mendukung upaya pembangunan ekonomi. Pemerintah telah menetapkan pembangunan kesehatan sebagai salah satu agenda pembangunan nasional dalam Nawacita ke 5 yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia melalui Jaminan sosial. BPJS kesehatan. Merupakan salah satu upaya mewujud nyata," sebut wagub

Dijelaskan Wagub, Tujuan BPJS (Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial). Yaitu, memberikan jaminan terpunuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan/atau anggota keluarganya." Dengan adanya BPJS Kesehatan ini pelayanan medis bisa lebih jeli dan teliti mengidentifikasi masalah pasien dan melakukan tindakan/pemeriksaan sesuai dengan indikasinya, karena BPJS membiayai sesuai dengan diagnosa penyakit dan telah dihitung pemeriksaan yang dilakukan sesuai indikasi." Jelas Wagub

Diterangkan Wagub, sejalan dengan BPJS yang sekarang sedang hangatnya di perbincangkan, yang merupakan agenda unggulan dari Presiden Jokowi,yatitu KIS (Kartu Indonesia Sehat) dimana KIS dan BPJS mempunyai tujuan yang sama hanya cakupan peserta KIS lebih besar dari Jumlah peserta JKN." JKN (jaminan Kesehatan Niasioanal ) merupakan program yang dikelolah oleh BPJS sebelumnya.Peserta KIS merupakan peserta yang termasuk dalam daftar JKN, hanya KIS menambah cakupannya yaitu peserta Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan bayi baru lahir dari orang tua peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran)." terangnya.

Wagub juga mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jambi melalui visa jambi tuntas 2021, berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM yang sehat, terdidik, berbudaya, agamais dan kesetaraan Gender serta akan memberikan jaminan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu non BPJS sudah dianggarkan pada APBD 2017 sebesar 17 milyar.

Selain itu wagub juga mengajak seluruh stekholder dinas kesehatan dan seluruh fasilitas kesehatan serta BPJS kesehatan untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat," Saya ajak seluruh stekholder kesehatan dan BPJS untuk selalu meningkatkan pelayanan dan koordinasi, sinergikan keterpaduan dalam pelaksanaan program agar masyarakat merasakan manfaat dari BPJS tersebut," ajak wagub.

Sebelumnya Kepala BPJS Regional II Jambi, Sumbar, Riau dan Kepri dr. Hidayat Suminta Pura menjelaskan, tujuan diadakan MoU ini untuk peningkatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat kurang mampu yang melakukan pengobatan di rumah sakit pemerintah juga rumah sakit swasta yang berada di provinsi jambi harus meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi.

Dirinya juga mengapresiasi Pemerintah provinsi jambi melalui dinas kesehatan yang sudah menganggarkan dari APBD 2017  untuk pengobatan masyarakat miskin sebanyak 3.978  orang terhitung mulai januari nanti.

Dikatakan juga, dalam MoU tadi ada dua direktur rumah sakit yang tidak ikut penandatanganan yaitu rumah sakit sungai gelam dan rumah sakit kerinci, dikarenakan sesuai dengan administrasi BPJS direktur harus dari dokter.
Turut serta pada kesempatan ini Kepala dinas Kesehatan se-provinsi jambi, direktur rumah sakit se-provinsi Jambi, kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi dan Bungo, Ketua organisasi profesi dan asosiasi faskes se-provinsi jambi, dan para undangan lainnya