SEKILAS INFO

EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish
  I     I

Wagub Harap Ekonomi Kreatif Bisa Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Provinsi Jambi

Posted : 24 November 2016 08:10:09

Wakil Gubernur Jambi Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum mengharapkan ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Provinsi Jambi. Harapan tersebut disampaikannya saat menghadiri Fokus Group Discussion tentang Penguatan Ekonomi Kreatif (FGD) untuk daerah Pengembangan Subsektor Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, bertempat di Swiss Bell Hotel, Selasa (22/11/2016).

Dalam sambutannya Wagub menyampaikan, seni rupa berperan dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat, sebagai lapangan tenaga kerja untuk peningkatan ekonomi bagi masyarakat. "Ekosistim yang kuat dan mapan harus terus diupayakan oleh seluruh struktur pasar seni rupa, didalamnya terkait kreasi, produksi, karya mediasi, presentasi hingga konsumsi, bisa menjadi suatu yang menghasilkan ekonomi bagi masyarakat," tutur Wagub.

Wagub  menjelaskan, ekonomi kreatif harus terus dikembangkan secara berkelanjutan karena potensinya sangat besar bisa menjadi  tulang punggung ekonomi nasional. ”Ekonomi kreatif berbasis pada inovasi dan proses bersama. Tentunya dibutuhkan efisiensi dan efektivitas dalam mengembangkannya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Wagub.

Wagub juga berharap, hasil dari FGD dapat memberikan masukan yang positif bagi pengambilan kebijakan nasional melalui Badan Ekonomi Kreatif maupun pemerintah daerah. "Melalui FGD kita dapat memetakan permasalahan, potensi, tantangan, kelemahan, kekuatan serta rekomendasi dari setiap unsur untuk menghasilkan suatu analisis terhadap langkah-langkah yang akan dilakukan untuk pengembangan ekonomi kreatif didaerah dalam sub sektor seni rupa dan seni pertunjukan di Provinsi Jambi," harap Wagub.

Sebelumnya Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Triawan Munaf menjelaskan, saat ini memang ada tantangan untuk pengembangan ekonomi kreatif tersebut. Persaingan juga semakin ketat, baik tantangan dari dalam maupun luar negeri. Tetapi Indonesia memiliki peluang besar untuk bertransformasi melakukan penguatan ekonomi kreatif. “Ekonomi kreatif sebagai bagian utama dalam membangun kota kreatif,” katanya. 

Menurut Triawan, harus dibangun dari bawah, bukan didikte dari atas. ”Potensi lokal sebagai identitas daerah dan berbasis pada masyarakat menjadi potensi keberhasilan dalam membangun kota kreatif yang berkelanjutan,” terangnya.

Ditambahkan Triawan, upaya yang bisa dilakukan pemerintah yakni membuat strategi perluasan pasar baik di dalam dan luar negeri, termasuk memberikan fasilitas untuk proses kreatif, membangun jaringan kreatif dan rantai produksi, memberikan akses ke sumber modal serta pengembangan sumber daya manusia. “Selain itu, pemerintah juga harus berperan memberikan perlindungan serta dukungan kepada pelaku usaha pemula,” tambahnya. 

" Mengingat usaha pemula ini paling rentan mengalami kegagalan, perlindungan dan dukungan itu bisa dalam bentuk pembangunan sentra-sentra usaha untuk pemula dan menyiapkan kapasitas sumber dayanya agar tidak sampai mengalami kegagalan,” sambungya.

Ditempat yang sama Ketua Komisi X DPR RI H. Sutan Adil Hendra mengucapkan terima kasihnya kepada Ketua Badan Ekonomi Kreatif Indonesia yang telah melirik Jambi sebagai daerah tujuan Branding wisata dan pengembangan ekonomi kreatif selain pulau Bali dan Jawa. "Saya ucapkan terima kasih Kepada Ketua Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Bapak Triawan Munaf yang telah melirik Provinsi Jambi sebagai daerah tujuan Branding Wisata dan pengembangan ekonomi kreatif," ucapnya.

Dikatakan H. Sutan Adil, sebagai anggota DPR RI dirinya terus melirik bagaimana menggerakkan ekonomi kerakyatan kedepannya agar bisa lebih baik lagi. "Sangat tepat dengan misi dan visi dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia menunjukkan Provinsi Jambi Branding Wisata. Kita akan tingkatkan SDM melalui pelatihan dan pembinaan bagi masyarakat," jelasnya.

"Ekonomi kreatif sangat tergantung kepada perkembangan pariwisata suatu daerah. Daerah harus menyiapkan potensi apa yang harus dikembangkan melalui pelatihan, pembinaan kader serta kuliner khas daerah harus dikembangkan," tambah Sutan Adil Hendra.

Dalam kesempatan tersebut Sutan adil juga mengemukakan bahwa Ekonomi kreatif kerakyatan merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

Turut serta pada kesempatan ini, Deputi Hubungan Antara Lembaga dan Wilayah Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Endah Wahyu Sulistiawati, para Kepala SKPD terkait Provinsi Jambi, para Pelaku UMKM se-Provinsi Jambi, para pelaku seni tari dan seni pertunjukan se-Provinsi Jambi serta para undangan lainnya.