SEKILAS INFO

Bimtek SPSE V4.2 Bagi Penyedia/Rekanan Daerah LPSE Provinsi Jambi akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Senin / 7 Mei 2018

Tempat : Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi

Pukul : 08.00 WIB

pengumuman lengkap disini

    Beasiswa Pemerintah Australia Program Autralia Awards in Indonesia disini    
EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish

ZOLA AJAK SEMUA PEMANGKU KEPENTINGAN KENDALIKAN INFLASI

Posted : 21 Desember 2017 23:25:23

Jambi (Humas Pemprov Jambi) - Gubernur Jambi, H.Zumi Zola Zulkifli, S.TP,MA mengajak semua pemangku kepentingan untuk berusaha semaksimal mungkin mengendalikan inflasi. Zola mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jambi telah berkomitmen untuk mengendalikan inflasi dengan baik, salah satunya melalui dina (OPD) terkait secara rutin melakukan pemantauan harga setiap hari untuk memastikan bahwa pasokan barang ke pasar aman dan berjalan dengan lancar. Demikian dikemukakan Zola saat membuka Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) 2017 dan High Level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Pemerintah Provinsi Jambi, bertempat di SwissBell Hotel, Kamis (21/12/2017).

Zola menyampaikan, pertemuan ini sangat penting dan strategis dalam konteks untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang kondusif di Provinsi Jambi. "Melalui pengendalian inflasi menjadi sangat mendesak, mengigat dalam beberapa hari mendatang, kita akan memasuki momen tahunan yaitu Natal dan Tahun Baru, biasanya pada kedua moment tersebut akan terjadi kenaikan permintaan barang yang melebihi kewajaran," sebut Zola.

"Saya sangat mengharapkan dengan adanya pertemuan High Level Meeting TPID ini, para Bupati/walikota berperan aktif secara optimal dalam menjaga stabilitas harga di daerah masing-masing. Terus memonitoring perkembangan di pasar, distribusi pengiriman tidak terlambat, jika terjadi kenaikan harga segeralah lakukan operasi pasar dengan berkerjasama dengan Bulog," sambung Zola

Pada kesempatan tersebut, Zola juga menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Rakernas Pengendalian Inflasi pada tanggal 27 Juli 2017 di Jakarta, yakni agar para gubernur maupun bupati/walikota melakukan langkah-langkah, pertama, memperkuat upaya  pengendalian harga di daerah, dengan cara memperkuat koordinasi dalam pengendalian harga yang terkait dengan faktor musiman maupun faktor infrastruktur. Kedua, maksimalkan penggunaan APBD dalam mendorong pembangunan ekonomi dan pengendalian harga. Ketiga, mengamankan pasokan pangan melalui kerjasama dengan Bulog, guna menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Empat, memperkuat sistem informasi harga pangan strategis, dengan memperbarui informasi harga pangan yang akurat dan tepat waktu," tutur Zola.

"Untuk memperkuat peran TPID, maka telah diluncurkan Keputusan Presiden Nomor 23 tahun 2017 tentang Tim Pengendalian Inflasi Nasional, dimana pada pasal 5 ayat 2 disebutkan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten/Kota dipimpin langsung oleh bupati/walikota, dengan wakil ketua pejabat Kantor Perwakilan Bank Indonesia, serta sekretaris dan anggota merupakan pimpinan OPD yang terkait dengan inflasi," lanjut Zola.

Zola menjelaskan, berbicara tentang inflasi, maka harus membenahi aspek produksi, aspek distribusi dan aspek konsumsi. "Pada aspek produksi, instansi teknis harus dapat menjamin bahwa panen komoditi pangan tidak mengalami hambatan seperti gagal panen, pada sisi lain perlu terus diupayakan untuk memanfaatkan lahan tidur untuk dijadikan lahan pangan," jelas Zola.

Zola mengatakan, kunci mengelola ekonomi baik di tingkat kabupaten, kota, provinsi maupun di tingkat nasional adalah pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Sebab itu, dia menekankan daerah dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi ke tingkat yang rendah.

"Inflasi bukan hanya disebabkan oleh kenaikan harga pangan semata, tetapi bisa juga faktor lain seperti, kenaikan harga tiket pesawat semasa liburan, kenaikan harga gas, kelangkaan gas, untuk itu kepada pihak terkait seperti Angkasa Pura dan perusahan pihak lain dapat membantu pemerintah dalam mengatasi inflasi tersebut," tambah Zola.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, V. Carlusa menjelaskan, inflasi Provinsi Jambi pada triwulan III tahun 2017 sebesar 2,49 persen lebih rendah dari triwulan sebelumnya 3,82 persen dan inflasi nasional 3,72 persen, inflasi Provinsi Jambi merupakan komposit dari inflasi Kota Jambi 2,32 persen dan inflasi Kabupaten Bungo 4,03 persen.

Sebelumnya, ketua penyelengga Asisten III Sekda Provinsi Jambi, H.Tagor Mulia Nasution menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jambi setiap tahunnya melaksanakan pertemuan bersama kegiatan TPID dan BI di mensinkronkan program kerja kabupaten/kota se Provinsi Jambi. Selain itu, TPID terus melakukan pantauan harga - harga bahan pokok yang berada di pasar-pasar yang ada Provinsi Jambi.

Tagor menyatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi naik kalau dibandingkan dari tahun sebelumnya yaitu dari  4,3 persen dan naik menjadi 4,7 pada tahun 2017.

Turut serta pada kesempatan ini, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Kepala Perwakilan OJK Jambi, bupati/walikota se Provinsi Jambi, kepala Bulog Divre Jambi, para rektor se Provinsi Jambi, para OPD Pemerintah Provinsi Jambi dan kabupaten serta para undangan lainya. (Sapra Wintani/edit: Mustar, foto Agus, video: Willy Sanu).