SEKILAS INFO

Dibuka kesempatan bagi setiap WNI yang berkompeten untuk menjadi Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jambi Masa Bakti 2017-2020, Persyaratan dapat dilihat pada menu bagian atas website jambiprov.go.id.

   
EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish
  I     I

Gubernur Mengharapkan Dukungan dari Kemenhub untuk Pembangunan Jambi

Posted : 18 April 2017 23:16:45

Gubernur Mengharapkan Dukungan dari Kemenhub untuk Pembangunan Jambi

Pada Selasa (18/04) siang bertempat di Rumah Dinasnya, Gubernur Jambi H. Zumi Zola, S.TP, MA menyambut baik rombongan dari Kementerian Perhubungan RI yang diketuai oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Perhubungan Dr. Umar Aris, SH, MM, MH guna membahas Program pembangunan Pelabuhan Muara Sabak, Rel Kereta Api Jambi-Palembang-Jambi-Pekanbaru serta Jembatan Timbang.

 

Gubernur Zola mengharapkan agar Kementerian Perhubungan dapat mendukung pembangunan Provinsi Jambi. "Pelabuhan Muara Sabak yang didorong pembangunannya terkait lahan sudah tidak ada masalah, karena itu semua milik Pelindo, namun beberapa titik yang harus dinormalisasi agar kapal-kapal besar bisa masuk," ujar Zola.

 

Zola menyatakan bahwa pelabuhan Muara Sabak yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur diharapkan mampu memperkuat serta mendukung aktifitas perekonomian yang terkoneksi dengan pelabuhan Talang Duku Jambi. "Mendukung pelabuhan Talang Duku, berkaitan dengan jalan menuju pelabuhan Muara Sabak merupakan jalan nasional yang dapat dilalui sedang dalam proses pembangunan dengan anggaran Rp150 miliar, mungkin tidak bisa selesai semua dan akan kita perjuangkan mencapai 300 milyar nanti," papar Zola.

 

Jalan darat menuju pelabuhan Muara Sabak dapat ditempuh dengan angkutan yang memiliki tonase dibawah delapan ton, berkaitan dengan status jalan nasional tentunya akan menambah kemampuan dan kapasitas tonase yang bisa melintasi jalan tersebut.

 

"Jembatan timbang juga menjadi harapan mengontrol tonase yang melintasi jalan di Provinsi Jambi berkaitan teknis dan titik pembangunannya kita serahkan Kemenhub yang memiliki kewenangan," sambung Zola.

 

Mengenai Bandar Udara Depati Parbo Kerinci, Zola mengungkapkan, pembebasan lahan seluas 30 hektare langsung dari APBD Provinsi Jambi dengan bantuan Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk inventarisasi lahan warga. "Saya minta Bupati inventarisir lahan yang akan dibebaskan," kata Zola. 

 

Tidak kalah pentingnya adalah mengenai pembahasan rel kereta api Jambi Pelembang dan Jambi Pekanbaru besar kemungkinan menjadi harapan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk segera terealisasi. Zola menyambut baik rencana pembangunan rel kereta api. "Kita sudah siap berkaitan dengan lahan (jalur yang ditempuh kereta api/rel),"ungkap Zola dalam pertemuan tersebut.

 

Staf Ahli Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Perhubungan Kemenhub, Dr.Umar Aris menjelaskan, pembangunan jembatan timbang memperhatikan dua aspek terkait keselamatan pengguna jalan maupun kendaraan serta aspek penghematan jalan dari kelebihan tonase yang melalui jalan tersebut.

 

“Konsekuensi ada kelebihan muatan dari angkutan juga menjadi pertimbangan pembangunan jembatan timbang di Provinsi Jambi. Apabila ada kelebihan muatan, jika dibongkar memerlukan gudang dan itu perlu kita pikirkan sesuai SOP,"jelas Umar.

 

Umar Aris menjelaskan secara teknis pembangunan pelabuhan muara sabak tidak ada kendala namun adanya trayek atau lalu lintas kapal akan disesuaikan dengan pihak terkait atau asosiasi angkutan laut dan sungai,"Konektifiti lancar dan efisiensi yang menjadi penekanan pak Menteri," jelasnya.

 

Berkaitan dengan kajian ekonomi atau efisiensi dan konektivitas yang melandasi pembangunan pelabuhan menjadi catatan Kementerian Perhubungan terkait dengan pembangunan Pelabuhan Muara Sabak.

 

Rel kereta api jalur Jambi Palembang dan Jambi Pekanbaru menjadi harapan Gubernur Jambi segera terealisasi sesuai dengan semangat Pemerintah Pusat. "Tahapan DED (Detail Engineering Design/ gambaran detil pembangunan) yang pertama dilakukan, juga amdal, izin trase atau rute yang dianggap aman. Kalau sudah trase nanti tinggal pasang rel saja," jelas Umar.

 

Umar menyatakan bahwa anggaran pembangunan rel kereta api di Jambi masih belum ada kepastian angka, karena rel kereta api masih dalam proses DED, yang didalamnya juga terkait dengan kehandalan/kekuatan tanahnya. “Anggaran belum untuk rel kereta api, banyak tahapan yang perlu kita lalui, sabarlah dan dalam proses," ucapnya.