Fachrori: Hormati Keluarga Pendiri Jambi dan Mari Bersama Membangun Jambi
Di Posting Oleh : Admin, Tanggal : 07 Januari 2019 , Dilihat Sebanyak : 197 Kali

 

Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi mengadakan Jamuan Makan Bersama Keluarga Pendiri Provinsi Jambi bertepatan Hari Ulang Tahun ke 62 Provinsi Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Minggu (6/1/19) malam.

Pelaksana Tugas Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Pendiri Provinsi Jambi yang telah berjuang membentuk Provinsi Jambi hingga saat ini masih terus berupaya berbenah dengan segenap pembangunan yang dilakukan,"Menghormati Keluarga Pendiri Jambi dalam merayakan HUT Provinsi Jambi ke 62 segenap unsur pemerintahan menghaturkan terima kasih yang sertulus-tulusnya kepada pendiri Provinsi Jambi yang telah meletakkan pondasi pembangunan daerah Jambi dan kepada keluarga tetap diberi kesehatan dan kekuatan dan dilindungi tetap bertekad melanjutkan perjuangan beliau," ungkap Plt. Gubernur Jambi.

Peringatan HUT ke 62 Provinsi Jambi  memiliki makna  bagi masyarakat Jambi atas kemajuan yang cukup pesat bagi peningkatan masyarakat Jambi meskipun silih berganti nuansa kehidupan mewarnai proses pencapaian tujuan tersebut,"Perjuangan tokoh masyarakat Jambi 6 Januari 1957 tidak serta merta terwujud dalam dukungan konstitusi tetapi didahului Undang Undang Darurat  Nomor 19 Tahun 1957 yang ditandatangani Presiden Soekarno  pada Tanggal 9 Agustus 1957 di Denpasar Bali, Undang Undang No.19 Tahun 1957 menjadi Undang Undang Nomor 61 Tahun 1958 dengan lahirnya UU tersebut menjadi kebahagiaan luar biasa bagi masyarakat Jambi yang telah menanti lebih dari sebelas tahun untuk mewujudkan keresidenan Jambi sebagai provinsi daerah Tingkat I Jambi," papar Plt. Gubernur Jambi.

Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum,  selaku Plt. Gubernur Jambi mengajak semua lapisan pemerintahan dan masyarakat dalam memperingati HUT ke 62 Provinsi Jambi mengintrospeksi dan mengevaluasi berbagai upaya dan usaha serta tahapan pembangunan  yang telah dilaksanakan,"Mari saling mengingatkan dan bekerja sama membangun Provinsi Jambi tercinta," harap Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum.

Dalam penyampaian Pak Guntur dari keluarga keturunan Sultan Thaha Saipuddin Jambi sangat bahagia dan ikhlas atas undangan jamuan makan yang diakuinya sebagai hal pertama dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi,"Jikalah malam ini terakhir saya ikhlas karena ini penghargaan luar biasa bagi kami keturunan Sultan Thaha Saipuddin atas jamuan makan yang memiliki makna penghargaan yang luar biasa," ungkap Pak Guntur.

Pak Guntur menceritakan Provinsi Jambi sebelumnya merupakan Kesultanan Kerajaan Melayu Jambi 1448 M-1904 M  dengan raja pertama Syaikh Ahmad Salim dari Turki/Putri Pinang Masak hingga Sultan Thaha Saipuddin yang menjadi raja terakhir dalam masa peperangan melawan Belanda telah berikrar sumpah tidak pernah tunduk terhadap penjajahan Belanda,"Saya tidak akan pernah berunding dan ketemu muka dengan Belanda apabila ketemu muka maka amal saya 40 hari hilang," ungkap Pak Guntur.

Sultan Thaha Saipuddin merupakan sultan yang belajar ilmu agama di Aceh dan Mekah hingga membentuk keyakinan akan dirinya dalam berjuang melawan penjajahan Belanda,"Jangan menyusahkan pemerintah daerah dan jangan meminta apapun itu tugas yang diberikan nenek moyang saya," ungkap Pak Guntur.

Pak Guntur mewakili keturunan Sultan Thaha Saipuddin mengharapkan Provinsi Jambi terus melaksanakan pembangunan guna memajukan serta meningkatkan keadaan perekonomian masyarakat.

Sebelumnya dr.H.Irwan Abdul Hamid mewakili keluarga Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD) menceritakan pada tahun 1954 dirinya melihat orang tuanya H.Syamsu Bahrun sebagai Wakil Ketua BKRD juga sebagai anggota DPRD Batanghari pada masa itu memperjuangkan berdirinya Provinsi Jambi,"Ingat zaman dahulu begitu hebat persatuan mereka pasirah-pasirah (pemimpin marga/kecamatan) mendukung berdirinya Provinsi Jambi, semua menyambut Rapat Raksasa di Gedung Murni itu karena ingin lahirnya Jambi ini sebagai provinsi terlepas dari Sumatera Tengah(Padang/Riau/Jambi)," ujar dr.H.Irwan Abdul Hamid.

Mengisahkan perjuangan para pendahulu Jambi yang bersatu padu untuk menjadikan Provinsi Jambi menjadi sejarah bagi generasi setelahnya untuk terus berupaya mengisi pembangunan,"Dulu dari Jambi ke Kerinci pakai sepeda untuk mengantarkan undangan kepada Pasirah begitu tekad dan niat mereka untuk menjadikan Jambi sebagai provinsi, mengharapkan kepada bapak bapak yang mengelola daerah ini kita harapkan dapat lebih makmur lagi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat Jambi, " harap dr. H. Irwan Abdul Hamid.

Lebih lanjut dr.H.Irwan Abdul Hamid berharap perubahan lebih baik termasuk keinginan dibuat batu peringatan atau monumen disetiap kabupaten yang ada kaitannya dengan perjuangan kemerdekaan maupun lainnya berguna bagi anak didik atau generasi muda mengetahui peristiwa sejarah zaman dahulu,"Saya ingat dahulu SD dan SMP di Jambi melanjutkan sekolah di Jogya Tahun 1957 masuk SMA disana dan masuk ke Fakultas Kedokteran UGM selesai itu saya balik ke Jambi lagi meskipun ditawarin kerja disana saya tidak mau dan saya ingin menyumbangkan pengetahuan saya di Jambi, para orang tua kami dahulu sebenarnya berjuang tanpa pamrih bahkan mungkin banyak yang menjual getah karet atau perabot rumah tangga demi untuk membiayai perjalanan bapak bapak kita waktu itu ada yang kemudik ada yang ke Jakarta memperjuangkan Provinsi Jambi ini dan momen jamuan makan ini sangat penting untuk mengikat tali persaudaraan dan kita jangan terpecah belah tetaplah bersatu kita teguh," tutup dr.H.Irwan Abdul Hamid.

Acara Jamuan Makan Malam Pemerintah Provinsi Jambi Bersama Keluarga Pendiri Jambi juga diisi dengan tarian serta alunan lagu daerah Jambi oleh tim kesenian gubernuran. (Raihan, foto: Roni, video: Willy).

GPR WIDGET