FAHCRORI : PENDIDIKAN DITUNTUT PERKUAT KARAKTER DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN
Di Posting Oleh : Admin, Tanggal : 02 Mei 2019 , Dilihat Sebanyak : 150 Kali

 

 

Jambi (Humas Pemprov Jambi), - Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengemukakan bahwa pembangunan sektor pendidikan dituntut untuk memperkuat karakter dan jiwa kewirausahaan. Hal itu disampaikannya dalam Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2019, bertempat di lapangan depan kantor gubernur Jambi, Kamis (2/5). Gubernur bertindak sebagai inspektur upacara.

 

Pada upacara  tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pendidikan menyerahkan beasiswa kepada siswa berprestasi, yang diserahkan langsung  oleh Gubernur Jambi, masing-masing siswa mendapatkan beasiswa senilai Rp1.200.000.

 

Peraih beasiswa siswa berprestasi yaitu Dewi Ariliyanti (SLBN Tanjab Timur) peraih medali perunggu cabor bocce O2SN 2018, Aris Prasetyo (SLBN Tanjab Timur) peraih harapan III cabor catur O2SN 2018, Rts.Kurnia (SLB Sri Soedewi) Juara I LKSN ABK 2018 dan Silver Medal Penang International Halal Chefs Challenge, Zulfan Kasilan Dinca (SMAN Titian Teras Jambi) Medali Perunggu Bidang studi komputer OSN 2018, M.Ridho Dwi Kurnia (SMAN 4 Kota Jambi) Medali Perak Cabor Karate O2SN 2018, Risky Ahmad Setiawan (SMAN Titian Teras Jambi) Medali perunggu bidang studi Astronomi OSN 2018, Rani Azna Putri (SMKN 4 Kota Jambi) juara I Fashion Technology Tingkat Provinsi Jambi, Septi Miftahur Rahma (SMKN 4 Kota Jambi) Juara 3 seleksi daerah ASEAN bidang beauty Therapy, Jumiati (SMKN 4 Kota Jambi) Juara II Bidang agronomi LKS SMK Nasional 2018, M.Wildan Abdillah Masduki (SMKN 1 Kota Jambi) medali perak cabang lempar lembing O2SN 2018, Richie Christiansen Senlia (SMA Xaverius 1 Jambi) Juara I OSK komputer Jambi, Liana (SMK swasta Unggul Sakti) medali emas cabor badminton O2SN tingkat Provinsi Jambi.

 

Selain itu, diserahkan alat transportasi berupa motor untuk kepala sekolah SMA terpencil, Nurasiah,S.Ag Kepala SMA Negeri 6 Tanjung Jabung Timur, dan laptop untuk guru berdedikasi Burhani, S.Pd guru Fisika pada SMAN Titian Teras untuk 18,5 tahun pengabdian, Mualim, S.Pd guru Bahasa Indonesia pada SMAN 6 Sarolangun untuk 15 tahun pengabdian di salah satu SMA terpencil di Provinsi Jambi.

 

Pada kesempatan ini  juga disebutkan program beasiswa Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pendidikan tahun anggaran 2019, dengan total anggaran Rp14.667.500.000 dengan jumlah penerima 17.885 dengan rincian untuk jenjang SMA/SMK/SLB negeri dan swasta jumlah penerima 6.350 dengan anggaran Rp7.620.000.000, bantuan ujian kompetensi keahlian (UKK) SMK jumlah penerima 10.850 anggaran Rp3.797.500.000, beasiswa Hafidz Al-Quran untuk 450 orang anggaran Rp625.000.000, Perguruan Tinggi (235) orang  anggaran Rp2.625.000.000.

 

Gubernur menyampaikan bahwa sesuai dengan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia. “Di sini kekuatan sektor Pendidikan dan Kebudayaan menemukan urgensinya, terkait dengan itulah tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”, mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumber daya-sumber daya manusia yang berkualitas demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan,” ujar gubernur.

 

Dalam perspektif Kemendikbud, terang gubernur, pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja. Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur. Sementara ikhtiar membekali keterampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan.

 

“Peradaban dunia berkembang secepat deret ukur, sementara dunia pendidikan bergerak seperti deret hitung. Hadirnya revolusi industri 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja dan belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang gerak cepat. Perlu diterapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan tiga sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah, yang harus saling mendukung dan menguatkan,” jelas gubernur.

 

Gubernur mengemukakan, pendidikan erat kaitannya dengan perkembagan otonomi suatu daerah, melalui pelayanan dalam penyelengaraan otonomi daerah tidak dapat menganggap bahwa masyarakat hanyalah semata-mata “konsumen” pelayanan publik, tapi dituntut adanya kemampuan untuk memperlakukan masyarakat sebagai “citizen” termasuk bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Untuk itu, semua ASN harus memberikan kualitas pelayanan publik yang lebih baik sebagai wujud pelaksanaan reformasi birokrasi dengan demikian pemerintah daerah harus dapat beradaptasi dengan kepentingan masyarakat dimana masyarakat semakin menyadari akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam mendapatkan pelayanan, salah satunya pelayanan pendidikan,” ungkap gubernur. (Maria/edit: Mustar, foto: Mulyadi, video: Ardi)

GPR WIDGET