Museum Siginjai akan Gelar Pameran Alat Komunikasi Tradisional
Di Posting Oleh : Admin, Tanggal : 24 Juli 2018 , Dilihat Sebanyak : 764 Kali
 /> <div class=

 

Museum Siginjai Kota Jambi akan menggelar pameran alat komunikasi tradisional hingga canggih sebagai upaya edukasi bagi masyarakat khususnya generasi muda.

"Pameran ini akan menampilkan alat komunikasi mulai yang jadul atau tradisional hingga tercanggih. Sejumlah stakeholder komunikasi akan terlibat dalam kegiatan pameran ini," kata Kepala Museum Siginjai Kota Jambi Leni Nurleni, Jumat (29/6).

Kegiatan pameran tematik dan unik tersebut akan digelar pada 24 Juli 2018 mendatang, yang akan menampilkan ratusan item alat komunikasi yang digunakan masyarakat dari masa ke masa.

Ia mencontohkan, alat komunikasi mulai dari kentongan, surat lontar, surat konvensional, telepon, telegraf, telex, ponsel, android, dan lainnya termasuk radar dan satelit.

"Kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda, untuk mengenal alat komunikasi masa lalu, mereka harus tahu cara komunikasi masa lalu sehingga memunculkan kesadaran untuk menjalani komunikasi yang baik, benar dan sehat pada zaman canggih ini," kata Leni.

Lokasi pameran digelar di selasar dan ruang pameran Museum Siginjai yang berlokasi di kawasan Jalan Slamet Riyadi Kota Jambi. Ia menargetkan ribuan pengunjung akan menghadiri pameran yang merupakan rangkaian agenda di museum terbesar di Provinsi Jambi itu.

Ia menyebutkan, dalam kegiatan itu akan melibatkan institusi yang terlibat dalam kegiatan telekomunikasi dan komunikasi, termasuk media elektonik dan media cetak.

"Kami libatkan juga media elekronik dan cetak, mereka memiliki keterkaitan dan berperan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Salah satunya TVRI, RRI, termasuk Antara dan media lainnya," kata Leni.

Lebih lanjut, Kepala Museum Siginjai Jambi itu menyebutkan Museum Siginjei memiliki 3.373 koleksi benda bersejarah yang tersimpan rapi di museum itu, termasuk beberapa di antaranya alat komunikasi masyarakat yang digunakan di tanah kerajaan Melayu Jambi.

"Kami punya sejumlah koleksi alat komunikasi masa lalu, yang digunakan oleh masyarakat di Melayu Jambi. Kita kolaborasikan dengan alat komunikasi canggih, sehingga pengunjung sadar untuk memanfaatkan alat itu dengan bijak dan sesuai fungsinya dengan baik," kata Leni.

Pada kegiatan itu juga akan dilakukan kegiatan diskusi dan talkshow yang menampilkan sejumlah narasumber dengan tema penggunaan alat komunikasi yang baik, benar dan sehat sehingga bisa menjadi alat edukasi pula bagi masyarakat.

"Saat ini alat komunikasi seperti smartphone sangat rentan terjadi kesalahan penggunaannya khususnya oleh generasi muda bila tidak dibarengi dengan edukasi dari orang tua. Generasi muda sudah masuk ke zamannya, namun harus terus didampingi dan diedukasi agar teknologi menjadi sesuatu yang memberikan kemajuan bagi mereka, bukan sebaliknya," pungkasnya.

GPR WIDGET