SATGAS PANGAN PROVINSI JAMBI TINJAU HARGA DAN KETERSEDIAAN PANGAN
Di Posting Oleh : Admin, Tanggal : 17 Desember 2018 , Dilihat Sebanyak : 148 Kali

 

Jambi (Humas Pemprov Jambi) - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Jambi melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga komoditi pangan di Pasar Angso Duo, Senin (17/2) pagi. Sidak ini dilakukan untuk mengetahui langsung harga komoditi pangan di lapangan dan memastikan langsung ketersediaan stok bahan pokok jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Tampak hadir pada sidak tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekda Provinsi Jambi Ir. Agus Sunaryo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Ariansyah, Kepala Bulog Jambi Bachtiar, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi Bayu Martanto, serta perwakilan kepolisian serta dinas/instansi terkait lainnya.

Dari sidak tersebut didapat bahwa harga-harga komoditi pangan masih dalam standar harga, daging ayam Rp25.500 s.d Rp30.000, daging sapi Rp120.000 s.d Rp130.000, harga cabai Rp40.000, beras premium Rp9.450 per Kg, harga daging Bulog, daging beku Bulog (daging beku kerbau) Rp80.000 per Kg.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Ir.Agus Sunaryo dalam sesi wawancara menyatakan bahwa sidak ini untuk memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok stabil dan aman. “Apabila ternyata harganya melambung tinggi sementara supply cukup, maka tim Satgas Pangan harus mengawasi distribusinya. Bisa saja ada spekulan di lapangan, tapi berdasarkan apa yang kita pantau semua harga masih aman dan stabil, standar saja. Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi akan terus melakukan pemantauan, baik harga maupun stok sembako di pasar-pasar tradisional di Jambi,” ungkap Agus Sunaryo.

Agus Sunaryo  mengatakan, jika terjadi lonjakan harga pangan, akan dilakukan intervensi pasar., termasuk jika terjadi lonjakan harga pangan di kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Jambi akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi dan juga dengan Bulog. ”Selama ini Bulog terus melalakukan operasi pasar seperti tadi yang kita tinjau Divre Bulog yang menyediakan bahan-bahan pokok telah tersedia di pasar tradisional, pemukiman warga, dan di tempat tempat ramai lainnya, sehingga stok untuk masyarakat mencukupi, dan tidak terjadi lonjakan harga yang begitu signifikan,” ujar Agus Sunaryo.

Tim Satgas Pangan juga masih menemukan penjualan daging beku yang tidak sesuai prosedur, penjualan beras premium dengan merk Panda yang ditaruh dalam karung beras bulog. Menindak lanjuti hal tersebut, Tim Satgas Pangan Provinsi jambi telah memerintahkan instansi terkait di daerah itu untuk memberikan arahan terhadap pedagang terkait prosedur penjualan daging beku yang benar, dan Kepala Bulog meminta untuk tidak menggunakan karung beras Bulog untuk wadah merk beras lain karena berbeda harga dan kualitas. (Maria/edit: Mustar).

GPR WIDGET