BIOCF
Di Posting Oleh : Administrator
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Cq. Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim) bekerja sama dengan World Bank dan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi sedang mengembangkan kegiatan REDD+ dengan skema Result Based Payment melalui kegiatan BioCarbon Fund Integrated Sustainable Forest Landscape (BioCF ISFL) –  Jambi Sustainable Landscape Management Project (J-SLMP). Kegiatan ini didukung pendanaan multilateral, yang dikelola oleh World Bank sebagai trustee. 
Program ini bertujuan mempromosikan pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor lahan, penurunan deforestasi dan degradasi hutan di negara-negara berkembang, pertanian berkelanjutan, serta perencanaan, kebijakan dan praktek penggunaan lahan yang lebih baik melalui kegiatan REDD+. Kegiatan BioCF ISFL terdiri dari tiga fase yaitu Fase Preparation (tahun 2019 – 2021), Fase Pre-Investment  2021 – 2025) dan Fase Result Based Payment ( 2021 - 2025).  

Salah satu dokumen menjadi syarat negosiasi Emission Reduction Payment Agreement (ERPA) adalah  dokumen Emission Reduction Program Document (ERPD) yang saat ini sedang dalam tahap validasi oleh World Bank.  Dalam rangka memenuhi kelengkapan ERPD diperlukan penyiapan dokumen kerangka pengaman dan merupakan syarat implementasi REDD+ yaitu pelaksanaan mekanisme perlindungan atau pengamanan (safeguard) untuk meminimalkan dampak negatif yang muncul dalam implementasi program. Konsep perlindungan atau pengamanan ini mencakup berbagai isu diantaranya adalah transparansi struktur pengelolaan hutan nasional, partisipasi berbagai pihak, penghormatan terhadap pengetahuan dan hak masyarakat adat dan masyarakat lokal, konservasi keanekaragaman hayati dan hutan alam, perpindahan emisi dan resiko balik dari penurunan emisi.  

Oleh karenanya, pada fase  pelaksanaan Pre-Investment BioCF-ISFL saat ini, salah satu kegiatan utama yang akan dilakukan adalah finalisasi dokumen safeguards yang diperlukan untuk mengelola semua dampak lingkungan dan sosial yang diakibatkan oleh implementasi proyek BioCF-ISFL di Provinsi Jambi. Safeguard documents yang dimaksud terdiri dari Strategic Environmental and Social Assessment (SESA), Environmental and Social Management Framework (ESMF) termasuk dokumen Indigenous People Planning Framework (IPPF), Feedback and Grievance Redress Mechanism (FGRM), dan Resettlement Planning Framework and Process Framework (RPF-PF) serta Stakeholder Engagement Plan (SEP). Dokumen ini dipergunakan untuk memastikan bahwa program yang dituangkan dalam dokumen dimaksud tidak memberikan resiko yang tinggi terhadap aspek sosial dan lingkungan. 

Dalam rangka melakukan penyempurnaan terhadap dokumen safeguar tersebut maka pihak Kementrian lingkungan hidup dan Kehutanan RI melakukan kunsultasi public tahap II dengan sasaran stake holder lingkup nasional, dan mitra kerja terkait dalam pelaksanaan Program  BioCF-ISFL, melalu konsultasi maka diharapkan agar didapat masukan yang strategis dari berbagai pihak yang nantinya akan di wujudkan dalam implementasi yang comprehensive.

LINK DOKUMEN SAFEGUARD 

 

GPR WIDGET